Kutabalinews.com, Jakarta – Platform permainan daring Roblox telah menjadi fenomena global, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan, Roblox menghadirkan berbagai jenis permainan yang dibuat oleh pengguna dari seluruh dunia.
Tak hanya sekadar bermain, anak-anak juga diajak untuk belajar membuat game sendiri melalui Roblox Studio dengan menggunakan bahasa pemrograman Lua.
Namun di balik kepopulerannya, tidak semua game dalam platform ini cocok untuk anak-anak. Beberapa permainan mengandung unsur kekerasan, horor, hingga konten dewasa yang tidak pantas diakses oleh pengguna berusia di bawah 13 tahun. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami jenis game apa saja yang perlu dihindari dan bagaimana menjaga pengalaman bermain anak tetap aman.
Dengan semakin luasnya akses dan minimnya kontrol otomatis atas interaksi pemain, pengawasan ketat dari orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan anak saat bermain Roblox.
Ini 5 Game Roblox yang Tidak Aman untuk Anak-Anak
Berikut ini lima game Roblox yang dianggap tidak layak diakses oleh anak-anak karena berisiko menimbulkan pengaruh negatif.
1. Boy and Girls Dance Club
Game ini menghadirkan simulasi kehidupan malam seperti berdansa di klub, lengkap dengan visual bar dan gerakan tarian yang tidak pantas untuk anak-anak. Tema hiburan dewasa yang ditampilkan dikhawatirkan dapat membentuk persepsi yang salah terhadap gaya hidup bagi pemain muda.
2. Survive the Killer
Mengusung genre horor, pemain diharuskan untuk menyembunyikan diri dari karakter pembunuh atau menjadi sang pembunuh itu sendiri. Meski bergrafis kartun, konsep permainan ini mengandung unsur kekerasan dan ketegangan yang tidak sesuai untuk anak-anak, apalagi tanpa pendampingan orang tua.
3. Welcome to Bloxburg
Game simulasi kehidupan ini menyerupai konsep The Sims, di mana pemain bisa membangun rumah, bekerja, dan berinteraksi dengan pengguna lain. Meski terlihat normal, Bloxburg berisiko karena minimnya pengawasan terhadap interaksi antar pemain. Selain itu, insentif pembelian dalam game juga dikhawatirkan memicu perilaku konsumtif pada anak.
4. The Ultimate God Simulation
Dalam permainan ini, pemain dapat berperan sebagai Tuhan dengan kemampuan mengatur dunia dan memilih kepercayaan. Kontennya sensitif karena menyentuh unsur keagamaan serta kekuatan super yang tidak sesuai untuk usia dini. Selain tidak mendidik, game ini juga berpotensi memicu kesalahpahaman dalam pemahaman agama.
5. Boys and Girls Hangout
Game ini berisi interaksi sosial dengan tema berpacaran yang tidak pantas untuk anak-anak. Fitur yang memungkinkan pemain memilih identitas seperti ‘trans’ atau terlibat dalam percakapan dewasa menjadikan game ini tidak aman tanpa filter atau pengawasan orang tua. Risiko predator dan konten seksual terselubung juga menjadi perhatian serius dalam permainan ini.
Bahaya di Balik Layar Roblox
Meskipun Roblox menyediakan sistem kontrol dan fitur pembatasan usia, masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pemain dengan niat buruk. Interaksi sosial yang terbuka tanpa filter, potensi pelecehan verbal, hingga ajakan melakukan tindakan tidak senonoh bisa terjadi jika anak tidak diawasi secara aktif.
Roblox telah menerapkan sistem pembatasan untuk pengguna di bawah 13 tahun, termasuk fitur komunikasi yang lebih terbatas dan pengaturan privasi lebih ketat. Namun, hal ini belum sepenuhnya menjamin keamanan anak tanpa peran aktif orang tua dalam memantau dan mengatur akses konten.
Tips Bagi Orang Tua
Untuk mencegah anak-anak mengakses konten berbahaya di Roblox, berikut beberapa langkah yang disarankan:
Aktifkan fitur Parental Controls di akun Roblox anak anda.
Gunakan pengaturan usia agar anak hanya bisa mengakses game yang sesuai.
Periksa riwayat permainan dan interaksi anak secara berkala.
Berdialog dengan anak tentang potensi bahaya di internet.
Dorong anak bermain game edukatif atau yang telah diverifikasi aman.(*)
