Fast Boat Dolphin II Tenggelam di Sanur: 2 Tewas, 1 Masih Dicari, 77 Penumpang Selamat

Arazone

Kutabalinews.com, Denpasar – Peristiwa tenggelamnya fast boat Dolphin II mengguncang kawasan perairan Bali pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kapal cepat tersebut diketahui mengalami insiden di alur masuk Pelabuhan Sanur, Denpasar, saat berlayar dari Pelabuhan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Di tengah upaya pencarian dan penyelamatan, insiden ini menyoroti pentingnya standar keselamatan transportasi laut yang sering digunakan wisatawan domestik maupun mancanegara di Bali.

Kecelakaan laut ini mengangkut total 80 orang, terdiri dari 73 warga negara asing (WNA), 2 warga Indonesia, dan 5 anak buah kapal (ABK). Hingga laporan terakhir, 77 orang berhasil diselamatkan, sementara 2 penumpang dinyatakan meninggal dunia dan 1 orang masih dalam pencarian.

Kronologi Singkat Insiden Dolphin II Tenggelam di Sanur

Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar sekitar pukul 16.25 WITA. Perkiraan waktu terjadinya kecelakaan diperkirakan sekitar pukul 15.00 WITA.

“Info awal kami terima dari Bapak Putu, Pusdalops PB Provinsi Bali, pada pukul 16.25 Wita,” ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Mendengar laporan tersebut, tim SAR gabungan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian dengan mengikutsertakan 5 personel darat serta 3 personel Search and Rescue Unit (SRU) laut yang menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Proses pencarian dan evakuasi difokuskan pada satu korban yang belum ditemukan hingga malam hari.

Bantuan Warga Sekitar dan Upaya SAR Gabungan

Salah satu hal yang mempercepat proses evakuasi adalah adanya bantuan dari perahu-perahu lokal dan boat wisata yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian. Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah warga dan kapal sekitar langsung memberi pertolongan.

“Dari video yang sempat kami terima dari masyarakat sekitar, terlihat sudah ada bantuan dari perahu maupun boat yang berada dekat di seputaran lokasi. Semoga semua penumpang bisa ditemukan selamat,” ujar Sidakarya.

Peralatan Modern Disiapkan, Drone Thermal Siaga

Selain mengerahkan tim di laut dan darat, Basarnas Denpasar juga menyiapkan alat bantu modern berupa drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara. Hal ini dilakukan jika pencarian melalui metode konvensional mengalami hambatan akibat kondisi laut atau pencahayaan yang minim.

“Kami berupaya terus menggali informasi terkait jumlah penumpang dan kondisi terkini,” tambah Sidakarya saat memberikan keterangan resmi.

Posisi kapal yang terbalik dilaporkan tidak terlalu jauh dari garis pantai Sanur. Hal ini membantu mempercepat proses evakuasi sebagian besar penumpang yang akhirnya berhasil diselamatkan.

Sorotan Terhadap Keamanan Transportasi Laut Wisata di Bali

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa keamanan transportasi laut—terutama di jalur wisata populer seperti Sanur–Nusa Penida—masih menjadi tantangan serius. Dengan tingginya minat wisatawan terhadap perjalanan antarpulau menggunakan fast boat, kelengkapan alat keselamatan, kondisi teknis kapal, serta pelatihan awak menjadi krusial.

Sementara proses investigasi dan pencarian korban terus dilakukan, sejumlah pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap operator fast boat guna mencegah insiden serupa terjadi kembali.(*)

Share This Article
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version