Kutabalinews.com, Jakarta – Polemik transfer Ademola Lookman dari Atalanta ke Inter Milan memasuki babak baru. Seorang pengacara ketenagakerjaan olahraga asal Italia, Michele La Francesca, menilai bahwa penyerang asal Nigeria tersebut memiliki dasar hukum untuk mengakhiri kontraknya dengan alasan sah atau just cause.
Situasi ini berawal dari perjanjian musim panas lalu, di mana Lookman dikabarkan ingin hengkang setelah menerima tawaran dari Paris Saint-Germain. Atalanta menahan sang pemain, namun disebut-sebut membuat kesepakatan bahwa dirinya dapat dilepas pada bursa transfer musim panas tahun ini. Kini, Lookman secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Inter Milan.
Sayangnya, langkah itu terhambat karena Atalanta telah menolak dua tawaran resmi dari Inter. CEO klub, Luca Percassi, bahkan menegaskan pihaknya tidak akan melepas Lookman ke klub lain di Serie A, merujuk pada klausul kesepakatan musim panas lalu.
Analisis Hukum dari Michele La Francesca
Melalui sebuah utas di media sosial X (Twitter), La Francesca menyatakan bahwa kesepakatan antara Lookman dan Atalanta memang diakui kedua pihak. Namun, Atalanta bersikukuh bahwa perjanjian tersebut hanya berlaku untuk transfer ke luar Italia.
Menurut La Francesca, jika benar demikian, maka klausul tersebut berpotensi batal demi hukum. Ia mengacu pada Pasal 26, Dekrit Legislatif Nomor 36/21 ayat 6 yang melarang adanya klausul non-kompetisi atau pembatasan kebebasan profesional atlet setelah kontrak berakhir.
“Kontrak tidak boleh memuat klausul non-kompetisi atau ketentuan yang membatasi kebebasan profesional seorang atlet, baik setelah kontrak berakhir maupun selama hubungan kerja berlangsung,” jelas La Francesca.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan aturan tersebut, kesepakatan yang membatasi transfer hanya ke luar negeri bisa dinilai tidak sah. “Versi dari pihak pemain, yang menyebut adanya kesepakatan transfer dengan biaya tetap, lebih masuk akal,” ujarnya.
Potensi Penggunaan Regulasi FIFA
La Francesca juga menyinggung kemungkinan penggunaan Pasal 14 Regulasi FIFA, yang mengizinkan pemutusan kontrak dengan alasan sah apabila terjadi pelanggaran atau tindakan tidak adil dari klub. Dari perspektif ini, Lookman bisa saja mengakhiri kontraknya lebih cepat jika terbukti Atalanta melanggar kesepakatan yang ada.
Situasi Transfer Masih Dinamis
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Lookman maupun Atalanta terkait langkah hukum yang akan ditempuh. Namun, analisis ini menambah dimensi baru dalam saga transfer yang melibatkan salah satu penyerang andalan Serie A tersebut. Inter Milan sendiri diyakini terus memantau perkembangan kasus ini.(*)
